Kamis, 12 Juli 2012

Efek Rumah Kaca


Efek Rumah Kaca adalah Grup musik asal Jakarta yang digawangi Cholil Mahmud (gitar,vokal), Adrian Yunan Faisal (bass), Akbar Bagus Sudibyo (drum)ini terbentuk tahun 2001. Setelah mengalami beberapa kali perubahan personil, akhirnya mereka memantapkan diri mereka dengan formasi 3 orang dalam band-nya. Sebelumnya, band ini bernama "Hush" yang kemudian diganti menjadi "Superego", yang kemudian berubah lagi pada tahun 2005 menjadi Efek Rumah Kaca. nama ini diambil dari salah satu judul lagu mereka.


Sejak merilis debut album self title pada September 2007 (di bawah Indie Label Paviliun Records), ERK mendapat respon positif dari berbagai media dan kalangan . dan Lagu yang paling sering diputar dan di request di TV dan radio adalah " Cinta Melulu" .


Sejak awal kemunculan mereka, banyak pihak yang menyebutkan bahwa warna musik Efek Rumah Kaca tergolong dalam post-rock, bahkan ada yang menyebutkan shoegaze sebagai warna musik mereka. Tetapi, Efek Rumah Kaca dengan mantap menyebutkan bahwa warna musik mereka adalah pop, karena mereka merasa tidak menggunakan banyak distorsi dan efek-efek gitar dalam lagu-lagu mereka seperti selayaknya musik rock.


Bukan hanya sekedar Hiburan saja yang mereka berikan tapi banyak manfaat positif dari lagu-lagu yang mereka ciptakan karena banyak lagunya yang menginspirasi tentang keadaan hari ini ( Politik, sosial, Budaya , Psikologis dll.) Lirik dan tema lagunya pun sangat variatif dengan melihat berbagai sudut pandang dan kekayaan pilihan kata. Namun, sangat disayangkan karena musisi seperti ini tergolong Disingkirkan dari Musik Industri Indonesia dan dianggap menjadi benalu dalam pasar musik indonesia.


Dan ini adalah salah satu List lagu-lagu Efek Rumah Kaca
> Di Udara
> Mosi tidak Percaya
> Kenakalan Remaja di Era Informatika
> Cinta melulu
> Desember
> Melancholia
> Jatuh Cinta itu Biasa
> Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa
> Jalang
> Insomnia
> Belanja Terus Sampai Mati
> Balerina 
> Hujan Jangan Marah
> Kamar Gelap 
> Tubuhmu Membiru
> Jangan Bakar Buku




Karir


Efek Rumah Kaca (Paviliun Records) (2007), Kamar Gelap (Aksara Records) (2008), Album Kompilasi Science In Music (2008), Peace - Amnesty International Compilation (2010)


mereka telah mendapat berbagai penghargaan dibidang musikalisasinya, diantaranya adalah :


Nominator AMI Award 2008


Rookie of the Year 2008, Rolling Stone Indonesia


Peraih MTV Music Award 2008, kategori The Best Cutting Edge




Sumber : 



http://www.iyaa.com/hiburan/actor/1214628_1777.html


http://arkadiuswellyam.wordpress.com/2011/05/06/efek-rumah-kaca-berani-tampil-beda/


http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/e/efek_rumah_kaca/


Inilah Isu-isu Lingkungan Terpenting Abad 21


Perubahan cara kita mengelola lahan dan masalah yang ditimbulkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir menjadi dua isu lingkungan terpenting abad 21. 
Perbaikan dramatis pada cara kita mengelola lahan dan memilih energi menjadi kunci kesuksesan memasok makanan, menghemat air dan mengatasi masalah perubahan iklim pada abad 21.
Hal ini terungkap dalam Buku Tahunan Program Lingkungan PBB (UNEP’s Year Book) 2012 yang diterbitkan minggu lalu. Menurut UNEP, selama 25 tahun terakhir, sebanyak 24% wilayah daratan dunia sudah mengalami penurunan kualitas dan produktifitas akibat pola pengelolaan tanah yang tidak berkelanjutan.
Cara bertani dan mengolah lahan konvensional yang eksploitatif memicu erosi tanah 100 kali lipat lebih cepat dibanding cara alam membentuknya.
Pada 2030, jika kita tidak mengubah cara kita mengelola lahan, lebih dari 20% habitat di darat seperti hutan, rawa-rawa dan padang rumput di negara berkembang, akan segera berubah menjadi lahan garapan.
Hal ini akan menyebabkan kerusakan parah pada keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem penting seperti material, air dan energi yang kita gunakan.
Dampak cara kita mengelola lahan terhadap perubahan iklim juga sangat besar. Tanah mengandung bahan-bahan organik yang berfungsi sebagai penyimpan karbon dalam jumlah besar. Bahan-bahan organik ini juga berfungsi sebagai pengikat nutrisi yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan memungkinkan tanah meyerap air hujan.
Sejak abad ke-19, sekitar 60% karbon yang tersimpan di tanah dan tanaman hilang akibat perubahan penggunaan lahan, seperti untuk lahan pertanian dan pemukiman penduduk.
Tanah di dunia sedalam satu meter, diperkirakan menyimpan 2.200 Gigaton atau 2.200 miliar ton karbon – lebih banyak dibanding jumlah karbon yang tersimpan di atmosfer.
Jika cara pengelolaan lahan tradisional berlanjut, karbon-karbon ini akan terlepas ke atmosfer yang akan memerparah pemanasan global yang diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar fossil.


Kerusakan pada lahan-lahan gambut saat ini memroduksi lebih dari 2 Gt emisi karbon dioksida (CO2) per tahun – setara dengan 6% emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh manusia. Dan tingkat kerusakan lahan gambut saat ini 20 kali lipat lebih cepat dibangkit kapasitas lahan gambut untuk menyimpannya.
Buku tahunan yang diluncurkan empat bulan sebelum Pertemuan Rio+20 ini juga membahas tantangan besar untuk menon-aktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang sudah berakhir masa pakainya.
Dalam sepuluh tahun ke depan, jumlah PLTN diperkirakan akan bertambah 80 unit. Pada saat yang sama, PLTN generasi pertama juga akan berakhir masa pakainya.
Terhitung Januari 2012, sebanyak 138 PLTN akan dinon-aktifkan di 19 negara, termasuk 28 di Amerika Serikat, 27 di Inggris, 27 di Jerman, 12 di Perancis, 9 di Jepang dan 5 di Federasi Rusia. Namun dari semua PLTN yang akan dinon-aktifkan tersebut hanya 17 yang sudah berhasil dinon-aktifkan dengan aman.
Negara-negara maju kini juga tengah meninjau kembali program nuklir mereka sejak terjadinya tragedi tsunami yang merusak PLTN di Fukushima dan wilayah lain di Jepang pada 2011.
Sementara jumlah negara berkembang yang berencana membangun PLTN baru semakin banyak dan PLTN tua yang akan dinon-aktifkan juga terus bertambah.
Menurut UNEP, biaya untuk menon-aktifkan PLTN tergantung dari tipe, ukuran, kondisi dan lokasi reaktor serta kedekatannya ke fasilitas pembuangan limbah nuklir.
Di Amerika Serikat, biaya rata-rata untuk menon-aktifkan PLTN mencapai 10-15% dari modal awal. Sementara di Perancis, dalam kasus reaktor Brennilis, biayanya mencapai 60% dari modal biaya pendirian. Biaya ini diperkirakan akan terus meningkat pada masa datang.
Menurut Achim Steiner, Direktur Eksekutif UNEP, dua masalah besar di atas – yaitu tata kelola lahan dan penon-aktifan PLTN – akan menentukan masa depan dunia. “Pertanyaannya adalah, apakah dunia nanti mampu memerangi dampak perubahan iklim dan mengatasi limbah berbahaya termasuk limbah nuklir,” ujarnya.
Untuk itu dunia perlu memertimbangkan masak-masak cara mereka memilih energi dan mengelola lahan. Semua demi keselamatan dan kesehatan generasi mendatang.
Redaksi Hijauku.com

Bayi Badak Andatu, Setelah 124 Tahun


Nama Andatu singkatan dari anugerah datang dari Tuhan. Bisa juga singkatan dari Andalas dan Ratu, kedua orang tuanya.

Andatu, bayi badak yang lahir di Way Kambas, Lampung, Sabtu dini hari (23/6). Kelahiran badak Sumatra di penangkaran baru terjadi tiga kali dalam satu abad terakhir. Kelahiran bayi jantan ini merupakan yang keempat di penangkaran.(Mongabay)
Ratu (12), induk betina badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), tiduran di bawah pepohonan Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Senin (25/6). Andatu, bayinya yang baru berumur tiga hari, tenang menyusu.

Pemandangan itu tidak biasa. Bahkan, sangat istimewa. Andatu merupakan bayi badak Sumatra pertama di Asia yang lahir dari perkawinan induk di penangkaran. Ayahnya, Andalas (11), pejantan yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat, yang di tahun 2007, didatangkan dari Suaka Rhino Sumatra (SRS).

Kelahiran Andatu sangat dinanti banyak pihak. Bayangkan, sejak penangkaran badak pertama kali, 124 tahun silam di India. Tak heran, begitu Ratu hamil lagi (dua kehamilan sebelumnya keguguran), tim dokter dari Indonesia, Australia, AS, dan Badan Konservasi Dunia (IUCN) mencurahkan perhatian khusus.

Proses Ratu melahirkan di salah satu kandang SRS dipantau ketat lewat kamera khusus, hingga kelahiran Sabtu pekan lalu (23/6) pukul 00:45. "Begitu lahir, kami bersorak melebihi merayakan gol," kata Widodo Ramono, Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (Yabi) di Kementerian Kehutanan, kemarin.

Menurut Susie Ellis, juga dari Yabi, pihaknya optimis anak badak ini akan terus berjuang untuk hidup. Andatu, tambahnya, juga merupakan bayi badak yang menggemaskan. "Kami semua tidak bisa berhenti tersenyum sejak tahu dia bisa hidup dan sehat," kata Susie. Kelahiran Andatu juga menjadi sejarah lain karena menjadi kelahiran pertama di penangkaran Sumatra yang diabadikan lewat video.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, yang baru tiba dari Brasil kemarin, langsung memilih nama Andatu. "Kependekan dari anugerah datang dari Tuhan. Bisa juga singkatan dari Andalas dan Ratu," kata dia. Pilihan nama lain, Abadi dan Arjuna.

Menginspirasi
Kelahiran hidup Andatu, setelah dua kali Ratu keguguran, diklaim keberhasilan penangkaran badak Sumatra di Indonesia. Untuk itu, Zulkifli menegaskan pemerintah akan melanjutkan proyek serupa di TN Ujung Kulon, guna menambah populasi badak Jawa yang jumlahnya tak beranjak dari 50 ekor.

Tahun 1998, penyelamatan badak Sumatra yang berjumlah 200 individu di belantara Sumatra, dimulai dengan pembangunan Suaka Rhino Sumatra. Penghuni awalnya badak betina, Ratu, Rosa, dan Bina, serta badak jantan Torgamba yang mati tahun lalu.

Tahun 2007, pejantan Andalas didatangkan dari AS. Andalas juga salah satu bukti kesuksesan kelahiran badak Sumatra di kebun binatang, 13 September 2001. Induknya dari Sumatra.
SRS yang berukuran 100 hektar dibagi empat, sesuai jumlah penghuninya. Tiap hari mereka diamati dan dipelajari. Khusus Ratu, yang mau kawin dengan Andalas, petugas memberi vitamin dan gizi agar rahimnya kuat dan embrionya sehat.

Konservasi badak sulit karena sifat penyendiri. Kalau sedang tidak mood, badak jantan dan betina bertengkar. Si betina hanya punya masa subur 24 hari. Masa paling memungkinkan pembuahan hanya empat hari. Di tengah suka cita menyambut Andatu, pemerhati badak Sumatra kembali berharap: Andalas dan Rosa mulai berdekatan.
(Zika Zakiya. Sumber: Kompas, Mongabay)

Rabu, 11 Juli 2012

Self Titled

"Hidup adalah Ilusi yang kita buat untuk melengkapi ketidaknyataan mimpi-mimpi kita"


            Sedikit kata pembuka, mungkin sudah memberikan gambaran tentang siapa aku? kenapa aku seperti ini? dan bagaimana caraku memandang dunia? Blog pertama yang sempat aku rongsokan ini, akhirnya aku kais kembali dari sela-sela kantong sampah yang ada dalam dunia maya. Sedikit naif pada awalnya, namun akhirnya alasan untuk menulispun muncul (walau sering kali lebih ke Copy-Paste). Namaku adalah Fajar Adie Nugraha, nama pemberian orang tuaku yang diberikan ketika 20 Agustus 1991 aku menapaki awal kehidupan di dunia penuh ilusi ini, sampai akhirnya berterbangan nama-nama menghampiri ku dari tahun ke tahun, sampai aku sendiri lebih nyaman dengan nama Nugraha Fajar. Blog seakan sebuah gambaran tentang pemikiran yang tak tersampaikan melalui mimpi ataupun ilusi yang kita buat sendiri, sehingga sebagai sebuah pelarian ataupun kunci awal membuka cakrawala merupakan hal yang sah dan lazim saat ini.
            Beruntung sekali akhirnya aku bisa kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang, dengan mengambil Pendidikan Geografi sebagai induk tempatku mengais ilmu. Berbagai banyak perjalanan dan fakta kehidupan yang aku lalui, di tempat inilah sedikit aku sharing mengenai utopia perjalanan dan pengalaman hidupku, entah berawal dari mana akupun sedikit tak paham, namun setidaknya aku telah belajar untuk memulai sesuatu yang baru, membuat sebuah perubahan sedikit pada diriku sendiri, sebelum aku bisa membuat sebuah perubahan besar pada lingkunganku.
           Semester akhir adalah posisiku saat ini, walaupun masih berkutat pada 1 digit angka semester, namun kayaknya sudah terbayang, apakah harus lulus semster 1 digit, ataukah 2 digit? sedikit tanya dan dilema tersendiri, namun yah nikmati dulu sebelum berakhir masa kontrakku di dunia ini.Terlalu banyak yang tertulis akhirnya membuat jenuh juga, untuk bisa lebih mengenal dan berinteraksi bisa saja kontak MOZIENK ataupun juga FADIEN hohohoh. 


" Kekerasan adalah senjata bagi mereka yang hatinya lemah (Mahatma gandhi)"
" Jika Kita tidak berani mengambil sebuah resiko, kita tidak akan pernah bisa menciptakan masa depan kita sendiri (Monkey.D. Luffy)"
" Kematian adalah langkah awal menemukan sebuah kebenaran hidup (F.A.N)"



Minggu, 08 Juli 2012

Purnama Merbabu Menyapa


Jum’at sore 4 Mei 2012, hari yang menggalaukan buat perencanaan pendakian, dari senin tanggal 1 sudah merencanakan pendakian ke Sindoro, namun akhirnya batal, dikarenakan ada kabar bahwa Sindoro ditutup untuk pendakian, akhirnya pendakian pun dialihkan ke Merbabu, namun Jum’at ceria tersebut cerita lain berbeda, dengan persiapan matang, tiba-tiba Tenda Lafuma Sumertime yang sudah kita siapkan di lemari Basecamp di kampus, lenyap tak berbekas, siapakah gerangan yang mengambil tenda? Jam 1 setelah jum’at an terjawab sudah pertanyaan tersebut, tenda ternyata telah dipinjam kakak-kakak senior yang juga melakukan pendakian hari itu, yah akhirnya kebingungan mencari tenda.
Teman-teman PA dikampus dengan kilat kami sambangi dan kami konfirmasi untuk meminjam tenda, yah apa dikata dengan, pemberitahuan dan permintaan minjam yang mepet, akhirnya hanya tangan kosong yang didapat. Hmm pusing pun menjadi jadi, akhirnya setelah lama berfikir, mencoba membongkar lemari logistik alat pendakian yang ada di basecamp, tertujulah pada satu tenda tersisa, Wild Gear usia 5 tahun tersimpan rapi di dalam lemari, hmm berbekal tenda seadanya, aku, singek, bokor, upil, kebo, pepi, picolo, yasa dan bang kumis berangkat ke Merbabu, yang sebelumnya mampir di rumahnya Upil di karangjati semarang untuk menyuplai bekal perjalanan. Jam 15.00 berangkat dari semarang, akhirnya sampai di Base Camp jalur pendakian Merbabu via Wekas, Magelang pukul 17.00 sore.
Sejenak bernafas dan berkeliling, sembari menunggu kedatangan rombongan teman yang kebetulan juga anak Wekas, kami beristirahat sampai akhirnya malam menjelang. Lama ditunggu teman kami tak kunjung datang, dengan memikirkan efisiensi waktu pendakian, akhirnya am 21.00 malam kami putuskan berangkat memulai pendakian. 9 orang Carier 3 + 6 daypack berangkat menyusuri jalanan treck wekas yang always menanjak. Berhubung ini pengalaman pertama naik Merbabu via wekas, aku tetap setia menjadi tim Sweeper (heheh alibi, karena gak kuat jalan cepat), rombongan depan Picolo, Bang kumis dan yasa berjalan move on, sedangkan rombongan tengah, singek, kebo dan pepi tetap setia menunggu aku, Bokor yang masih setia menemani upil yang terkena shock awal pendakian.
Awalnya lancar-lancar saja, dengan full pack tas daypack eigerku yang ku isi SB, Pakaian ganti, bekal Mie instan, air 3 liter, Ponco dan snack terasa ringan, heheh namun karena sudah lama tidak fisik dan naik gunung, ngosh-ngosh an pun terjadi, akhirnya aku benar2 benar menjadi team sweeper sendirian di belakang dan jauh tertinggal dari rombongan depan, pendakian terasa lama, sampai akhirnya terdengar teriakan Pos 2 telah sampai, dengan sedikit sisa tenaga yang ada, ku cepatkan laju kaki ku yang ternyata jalur menuju Pos 2 lumayan landai, dan akhirnya pukul 00.00 sampailah di Pos 2 dengan pemandangan langit malam penuh bintang dan Bulan yang setia menjadi penerang malam ini, maklum karena senter ku tertinggal di kos, hanya sempat memakai senter dari korek api untuk alat penerangan (kapok.com). sempat terjadi perdebatan, apakah mau ngecamp di pos 2 ataukah lanjut ke pos 3, hmm setelah lama beristirahat dan berbincang, akhirnya 00.15 diputuskan untuk ngecamp di pos 3. Langkah kami percepat, maklum jalur menanjak tanpa ada datar menanti sampai ke Pos 3, dan sekali lagi aku tetap dibelakang sendiri, hanya dipandu senter dari Pepi dikejauhan yang nampak samar, dengan langkah ngosh-ngosh an lagi akhirnya sampai juga di Pos 3 yang merupakan kawah mati dari Merbabu, letaknya berada diantara Tower pemancar dan Puncak buntu pertama. Sampai di pos 3 jam 01.30, awalnya panas akibat perjalanan membuat tubuh hangat, namun lama-lama dingin dan indahnya bulan purnama membuat tangan kami mati rasa, beberapa berbagi tugas, ada yang memasak kopi dan memasang tenda, akhirnya 2 tenda telah terpasang, Wildgear yang kapasitas 7 orang berdiri dengan keadaan miris, karena posisi ngecamp yang sempit, dan tenda Rei kapasitas 2 orang yang dibawa bang kumis terasa nyaman karena tempat yang cukup memadai. Pembagian tidur pun dimulai, yasa bang kumis dan picolo tidur di tenda Rei. Aku, pepi, singek, kebo, bokor dan upil di tenda Wild Gear.
Masalah akhirnya datang, resleting pintu tenda wild gear mengalami kerusakan yang membuat pintu tak bisa ditutup, yah nasib kedinginan sudah memuncak akhirnya kami siasati dengan menutup pintu dengan ponco dan matras seadanya, posisi kecapaian akhirnya kita tidur jam 2 dengan keberuntungan tidak ada angin pagi ini, namun sekitar pukul 3 kabut sempat membuat kami menggigil dan akhrnya matahari pun tiba.
(Pos 3 persiapan muncak/ masak-masak dulu, ane masih molor dalam tenda)

Aku yang bangun kesiangan akhirnya hanya tinggal di pos 3 sedangkan teman-teman muncak, maklum ada sedikit rasa malas ketika sudah pernah muncak untuk kembali ke puncak itu lagi heheheheh, posisi di pos sendirian hanya sebagai koki setia menanak nasi dan sedikit sarden serta Mie instan untuk sarapan teman-teman yang nanti turun ke pos. Sempat disambangi penduduk lokal (monyet ekor panjang) yang mendekat di tempat kami ngecamp,  Akhirnya setelah lama menanti pukul 09.00 rombongan sampai di pos dan kita packing, pukul 11.00 perjalanan turun pun dimulai, dengan air yang menipis karena salah perhitungan kami tiba di pos 2 ketika adzan dhuhur berkumandang, sedikit mengambil air kami langsung bergegas turun untuk cepat sampai ke Base Camp, namun ditengah perjalanan, aku, bokor, dan upil sejenak berhenti di pos 1 karena, kampling teman kami yang semalam kami tunggu baru dalam posisi naik dan istirahat di pos 1, setelah cukup lama beristirahat kami ber 3 meluncur untuk menyusul rombongan depan yang sudah tak terlihat, dan akhirnya sampai di Base Camp pukul 14.00 siang, setelah mandi, masak Mie, dan ibadah, pukul 16.00 kita putuskan pulang ke semarang, namun karena kecapaian kita mampir di rumahnya bokor di salatiga untuk sekedar tidur dan merampok makanan yang ada heheheh, perjalanan kami lanjutkan dan sampai di kampus tercinta pukul 20.00 malam.
Estimasi biaya individu semarang-merbabu via wekas :
Logistik           = 30.000
Bensin PP        = 30.000
Parkir wekas    =   5.000
Biaya masuk    =   4.500
Makan 1X       =   5.000
Total                = 74.500


(Puncak kenteng songo, tanpa ane yang lagi masak sama bobo pagi)








(persiapan turun ke BC wekas)






               
                                                                                 (Jalur menuju Puncak dilihat dari Tower)